Rabu, 11 September 2013

MASALAH KEBAKARAN

DEFINISI/PENGERTIAN
Kebakaran adalah suatu reaksi oksidasi eksotermis yang berlangsung dengan cepat dari suatu bahan bakar yang disertai dengan timbulnya api/penyalaan.
Tiga unsur penting dalam kebakaran antara lain:
  • Bahan bakar dalam jumlah yang cukup
Bahan bakar dengan bahan padat , cair atau uap /gas
  • Zat pengoksidasi/oksigen dalam jumlah yang cukup
  • Sumber nyala yang cukup untuk menyebabkan kebakaran
Hal-hal yang perlu diketahui  untuk mencegah kebakaran/peledakan:
  • Sifat-sifat dan bahan-bahan yang dapat terbakar dan meledak
  • Proses terjadinya kebakaran dan peledakan
  • Tata cara penanganan dalam upaya mengurangi kemungkinanterjadinya bahaya kebakaran dan peledakan
 

BAHAYA DAMPAK KEBAKARAN

Peristiwa kebakaran memberikan efek bahaya antara lain:
  • Asap
Asap adalah kumpulan partikel zat carbon ukuran kurang dari 0,5 micron sebagai hasil dari pembakaran tak sempurna dan bahan yang mengandung karbon.
Efeknya iritasi/rangsangan pada mata, selaput lendir pada hidung dan kerongkongan.
  • Panas
Panas adalah suatu bentuk energi yang pada 300oF dapat dikatakan sebagai temperatur tertinggi di mana manusia dapat bertahan /bernafas hanya dalam waktu yang singkat.
Efeknya tubuh kehilangan cairan dan tenaga, luka bakar/terbakar pada kulit dan pernafasan, mematikan jantung.
  • Nyala/Flame
Nyala/Flame biasa timbul pada proses pembakaran sempurna dan membentuk cahaya berkilauan
  • Gas Beracun
Gas beracun antara lain:
  1. Karbon Monoksida ridak berasa, tidak berbau, tidak berasa NAB 50ppm
  2. Sulfur Dioksida (SO2) sangat beracun, menyebabakna gejala lambat diri, kerusakan sistem pernafasan seperti bronchitis
  3. Hidrogen Sulfida (H2S) >NAB 10ppm
  4. Ammonia (MH3) >NAB 25ppm
  5. Hydrogen Sianida (HCN) >NAB 10ppm
  6. Acrolein (C3H4O) >NAB 0,1ppm
  7. Gas hasil pembakaran zat sellulosa (kertas, kayu, kain) seperti karbon monoksida, formaldehida, asam formiat, asam karboksitat, metilalkohol, asam asetat, dll
  8. Gas hasil pembakaran plastik seperti karbon monoksida, asam klorida dan sianida, nitrogen eksida, dll
  9. Gas hasil pembakaran karet seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, dan asap tebal
  10. Gas hasil pembakaran scilena seperti hidrogen sianida, gas amonia.
  11. Gas hasil pembakaran wool seperti karbon monoksida, hidrogen sulfida, sulfur dioksida, dan hidrogen sianida
  12. Gas hasil pembakaran hasil minyak bumi seperti karbon monoksida, karbon dioksida, axcolin, dan asap tebal

PENYEBAB KEBAKARAN

PENYEBAB UMUM
Pada umumnya penyebab kebakaran dan peledakan bersumber pada 3 faktor:
  1. Faktor manusia
    -Pekerja
    human error, kurangnya disiplin, dsb
    -Pengelola
    minimnya pengawasan, rendahnya perhatian terhadap keselamatan kerja, dsb
  2. Faktor teknis
    -Fisik/mekanis (peningkatan suhu/panas atau adanya api terbuka)
    -Kimia (penanganan, pengangkutan, penyimpanan tidak sesuai petunjuk yang ada)
    -Listrik (hubungan arus pendek/korsleting)
  3. Faktor alam dan bencana alam
    Petir , Gunung meletus, Gempa bumi, dsb
 

TEORI CARA PEMADAMAN

TEORI CARA PEMADAMAN
Teori cara memadamkan api ada terbagi beberapa cara yaitu:
  1. Pemadaman dengan cara pendinginan (cooling)
  2. Pemadaman dengan cara mengurangi oksigen (smothering)
  3. Pengambilan/pemindahan bahan bakar (starvation)
  4. Pemutusan rantai reaksi api (break chain reaction)
  5. Melemahkan (dillution)
Alat yang digunakan untuk memadamkan api antara lain:
  1. Alat pemadam api ringan
  2. Sprinkler System
  3. Hydrant System
  4. Mobil PMK
 Contoh Gambar kebakaran :


 

 

 

 





























Tidak ada komentar:

Posting Komentar